Malam suasana hening. tiba-tiba terlintas, gw harus nulis tentang ini. tentang sebuah rahasia yang ga banyak orang tau. hari-hari terus berlalu. semua gw alami dan gw ga ngerti kenapa Tuhan memberikannya kepada mama.
Nama gw...ya kalian tau lah, dan ini adalah dunia kecil yang penuh kisah yang menampung orang-orang yang tersakiti dari dunianya tanpa sadar dan tersudutkan. Gw adalah orang yang sedang belajar memahami.
sudah 8 tahun Gw memendam ini sendiri, dan ternyata pohon yang kuat ini tumbang juga. Gw rapuh dan lemah. semula gw anggap ini biasa saja. dan dapat tersembuhkan, tapi ternyata...
Mama..mama adalah wanita yang manis dan modis. itu terlihat dalam album foto remajanya yang gw temuin waktu kita liburan ke rumah nenek. mama wanita yang kuat, berpendirian dan senang sekali puisi. mama berbakat, terbukti saat dia menjuarai lomba cipta puisi Liberty pada tahun 80an dan gw pernah membaca artkelnya di surat kabar surabaya.
semua berjalan begitu indah..masa-masa kecil gw yang sangat senang bersama keluarga yang utuh tanpa kekurangan sedikitpun.
namun tiba-tiba semuanya berubah suatu hari. tepatnya waktu gw SMP. mama mulai bersikap aneh dan frontal. mama mulai berbicara sendiri dan berhalusinasi. mengurung dikamar dan tidak bersosialisasi lagi. semua foto kenangan, ia bakar dan ia sobek. saat itu kami tidak tau apa yang terjadi dengan mama. mama yang kami sayangi bukan seperti orang yang kami kenal. kami sempat berfikir kalau mama terkena guna-guna atau hal mistis lainnya. sampai suatu ketika, kami membawanya berobat ke Mataram.
entah apa yang mereka lakukan kepada mama disana. Gw hanya berharap sepulangnya mama ke rumah, gw dapet mama yang gw sayang. mama yang gw kenal dulu..
ternyata harapan itu belum di dengar. mama tetap seperti itu. entah apa nama penyakit itu. gw mau cerita kepada teman, tetapi gw malu. jangankan cerita, bawa teman main ke rumahk gw aja gw malu.
kasian ade gw. masa kecilnya harus seperti ini. miris sekali waktu melihat anak-anak lain yang mengambil raport ibu mereka, sedangkan ade gw yang waktu itu duduk di bangku taman kanak-kanak di ambil oleh papa.
Gw tau bagaimana perasaan papa. ia harus mengurus 3 orang anak yang saat itu adik masih kecil, butuh kasih sayang seorang ibu, tetapi mama sedang seperti ini. belum lagi omongan tetangga. yang selalu menanyakan ..mama dmn?ko jarang keluar?..gw hanya bisa tersenyum dan menjawab. "mama ada dirumah.."
hari demi hari, tahun demi tahun, semua kami lewati dengan kondisi mama yang seperti ini. sampai suatu ketika, papa membawa mama keseorang dokter spesialis kejiwaan disalah satu rumah sakit negeri di bekasi. Dr. Marbun namanya, dia seorang dokter senior. saat dia melihat mama..dia hanya menuliskan resep yang harus kami beli. dan dia hanya berkata..."ajak mamanya bicara ya, ajak dia ngobrol"..
beberapa bulan kemudian, mama mengalami kemajuan. ia kembali beraktifitas dan tidak lagi emosi. tetapi saat obat mama habis, sakit mama kembali kambuh. ia sering bicara sendiri di kamar..terkadang senyum-senyum sendiri. kami sudah mencoba, kami sudah berharap, tetapi penyakit ini susah disembuhkan, bahkan saat gw mencari penyakit apa yang menyerang mama, penyakit ini tidak bisa sembuh total. semua pasien penderita ini pasti tergantung akan obat. gw benci penyakit ini..gw benci sampe sekarang..gw benci skizofrenia!
skizofrenia membuat gw beda dengan anak-anak lainnya. skizofrenia membuat mama seperti ini. selama 8 tahun kami bertahan seperti ini. penyakit ini menyerang mama hingga sekarang. ya, sekarang...mama berbicara sendiri saat gw membuat dan mengetik tulisan ini.
gw berterima kasih kepada kalian yang membaca tulisan ini. karna gw bisa berbagi..semoga kalian semua berbahagia, cintai Ibu kalian... *Love u mom
Pengen meluk orang... :(
Kamis, 28 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar