Minggu, 02 Desember 2012

Sebening Tidung Island


  
   Tidung merupakan salah satu pulau yang terdapat di kepulauan seribu. Airnya yang biru membuat para wisatawan dalam negri maupun luar negri tertarik mengunjungi pulau ini. Selain airnya yang bening, jembatan cinta yang menjadi icon Tidung ini pun menjadi senjata yang ampuh untuk menarik para wisatawan. Untuk menuju pulau ini, kita dapat menyebrang melalui muara angke menggunakan kapal penumpang. Seperti biasa, kapal dari muara angke berangkat pukul 07.00 pagi, tapi karna penumpangnya banyak, dan tepat holiday, kemarin saya dan kawan-kawan naik kapal  jam 10.00 dengan membayar 35rb/org. 

   Setelah 2-3 jam perjalanan laut, kita akan disambut dengan pemandangan indah dan air yang sangat biru. Sebelum bermain air, sebaiknya kita mencari penginapan, dan disini banyak terdapat penginapan yang harganya terjangkau, kemarin saya dapat penginapan rumah warga dengan harga 200rb/malam kamar AC. 

   Setelah mencari penginapan beres, kami pun lanjut ke jembatan cinta yang merupakan icon dari pulau Tidung. Tidak seperti dulu, jembatan di pulau ini mulai rapuh dan tidak terawat mungkin karna setiap hari terkena air laut. Di jembatan cinta, kita juga dapat melompat dari atas jembatan. Mitosnya, kalau ada pasangan yang berjalan diatas jembatan itu dengan bergandengan tangan, niscaya akan langgeng sampai ke pelaminan. Entah mitos itu benar apa tidak, kalau saya sih cuma foto-foto dijembatan ini. 

melompat dari jembatan cinta ------->





   Bukan hanya jembatan cinta, disini kita juga dapat ke pulau tidung kecil yang letaknya tidak jauh dari pulau tidung besar, dengan melewati jembatan cinta kita sudah dapat menikmati indahnya pulau tidung kecil yang tidak seramai pulau tidung besar.

pulau tidung kecil ------>


  Jangan lupa untuk menikmati keindahan ikan-ikan di pulau ini, cukup dengan 35rb/org kita sudah dapat menyewa alat snorkling. Tapi pilih spot yang tentunya jauh dari bulu babi ya.. karna, kemarin saya sempat terkena bulu babi saat snorkling, kalau bisa jangan snorkling di dekat jembatan yang mengarah ke pulau tidung kecil. Dan jangan lupa pakai kaki katak supaya terlindung dari binatang air, terutama bulu babi, karna disini lumayan banyak loh..
Jika terkena bulu babi, langkah awal adalah memukul-mukul bagian yang terkena bulu babi, bisa menggunakan kacamata snorkling, kayu, atatupun sendok jika ada. Selanjutnya beri air kencing, karna didalam air kencing terdapat kandungan amonia, agar malamnya kita tidak demam. 





   Untuk tempat makan, tidak perlu khawatir, karna disini banyak terdapat warung-warung dan tempat makan yang menyediakan makanan mulai dari indomie, bakso, otak-otak, dan seafood yang rasanya ala kadarnya. hehehe  

   Selamat menjelajah kepulauan seribu... dan jangan lupa jaga lingkungan ya :)

Senin, 29 Oktober 2012

Saat "Adil" Hanya Sebuah Kata


Kereta salah satu transportasi yang sering dijadikan alternatif oleh banyak masyarakat karna lebih cepat dan murah. Tapi kini, kata murah yang dulu identik dengan kereta, seakan mulai memudar. Baru-baru ini, tarif kereta yang naik seakan menjadi kejutan untuk masyarakat, terutama pengguna setia transportasi ini. Oke, disini gw ga akan ngebahas tarif kereta yang ujungnya bikin perut gw mual dan kepala cenat-cenut. Tapi, gw bakal cerita sedikit tentang kejadian yang sering gw temui dan antrian pertannyaan di kepala gw mengenai hal itu.

Pernah denger tentang peraturan KAI mengenai denda para penumpang yang tidak memiliki karcis?
ya… setiap penumpang yang tidak memiliki karcis dikenakan denda Rp. 50.000 (untuk semua kalangan masyarakat).


Oh Really? berjalankah peraturan itu?

Tadi pagi, gw naik KRL arah Depok, ga seperti biasa, saat ini gw beli karcis, diulang… gw beli karcis..
saat petugas meriksa karcis penumpang, ada 2 orang pejabat dan aparat pemerintahan disebelah gw, mereka hanya “melambaikan tangan” kearah petugas yang memeriksa karcis. Dan petugas itu pun berjalan melewati mereka tanpa menegur ataupun mendenda karna mereka tidak memiliki karcis.
Setahun yang lalu, tepatnya saat gw masih jadi mahasiswa, sering gw liat beberapa orang penumpang sipil yang ketauan tidak memiliki karcis, dan merekapun disuruh turun distasiun yang sedang dilewati saat itu juga, bahkan terkadang mereka sering ditarik paksa.
Sebenarnya, kejadian itu sempat menimpa gw. Dari Bekasi gw beli karcis kearah Manggarai, tapi dari Manggarai ke Ps. Minggu gw ga beli, karna gw menganggap saat itu hanya transit, toh gw beli karcis dari Bekasi, jadi ga masalah.  Tapi saat itu karcis gw ditahan dan gw di nasehatin sama petugas seakan gw orang paling berdosa sedunia karna ga beli karcis.
Coba kalian lihat perbedaannya?
Mereka dari kalangan yang “biasa” dan mereka dari kalangan “luar biasa” yang cenderung tidak diperlakukan “sama”. Peraturan yang dibuat untuk semua masyarakat, seakan hanya berlaku untuk sebagian kalangan. Saat adil hanya untuk yang berkuasa, saat adil hanya untuk mereka yang berpangkat, saat adil hanya untuk mereka yang ditakuti.
Hal ini yang membuat gw dulu malas untuk membeli karcis karna mereka tidak adil memperlakukan semua penumpang… Kalau memang peraturan denda itu ada, coba berlakukan untuk semua penumpang, kalangan, golongan apapun, tak perduli seragamnya. Bukan begitu pak? 

Jumat, 24 Agustus 2012

Blue cloud


Headband for hijab

I made it :)



Minggu, 19 Agustus 2012

a little dream



Satu persatu kewajiban telah dipenuhi. sebuah mimpi kecil telah tercapai.. 
dan disinilah dimulai episode baru.. 
seberhasil apakah dirimu nanti?

Jumat, 20 April 2012

Tawa Di Balik Hujan


Hari ini ga seperti biasanya, gw pulang kantor sedikit lebih cepat. 
Cape, lemes, rasanya mau cepet-cepet sampe rumah. 
Cuaca hari ini mendung dan di tengah jalan hujan turun ga santai.
Gw jarang bawa payung, biasanya gw bawa jaket waterproof, tapi hari ini gw lupa bawa.
Sampe terminal manggarai, gw turun langsung cari ojek payung.
Sambil berebut sama penumpang lain yang baru turun dari kopaja, 
dan akhirnya gw dapet payung juga.
Udah cape, lemes, hujan pula, komplit sudah emosi gw.

"Kita mau kemana mba?" tanya bocah ojek payung
"Manggarai" jawab gw singkat
"Oh... stasiun ya? pasti rumahnya bekasi, soalnya banyak orang bekasi yang make 
payung saya mba" si bocah mulai ngoceh
"ia saya ke bekasi"jawab gw
(si bocah mulai ngoceh, gw lupa dia ngomong apa aja)
(bla...bla...bla...blaaaa...)

"kamu cerewet ya? hahaha" kata gw
"hehehehe" dia nyengir sambil megang bajunya yang basah kuyup
"udah makan belom?" gw
"emang knp mba?" si bocah
"ya... gpp, makan.. biar ga masuk angin" kata gw sambil ketawa
"namanya siapa de?" gw
"mba dulu namanya siapa? baru saya kasih tau nama saya" si bocah 
"lah bisa gt...hahaha eh namanya siapa de?kamu dulu" gw
"hehehe sarul" si bocah
"ooohhh sarull... km sekolah?" gw (sambil jalan buru2)
"sekolah mba, kelas 3" Sarul
"3 apa?" gw
"3 SD lah... mba mba, pasti nanti naek commuter ya? trs naiknya kalo ga gerbong 
1 gerbong 8" kata dia ngoceh sambil sok tau.. haha
"ya ga juga, seadanya ntar dapet gerbong brp... eh km ko kerja sih?" kata gw
"abis kerja enak mba" kata si sarul sambil cengengesan
"haduuuh... km tuh harusnya maen.. jangan kerja dulu, maen aja sama belajar" kata gw
"iihhh kerja tuh enak mba.." kata sarul sambil negor temennya sesama ojek payung yang lalu lalang
(sepanjang jalan menuju stasiun Manggarai si sarul ngajak gw ngobrol dengan gaya bahasanya
yang buat gw sepanjang jalan ketawa.. haha)

"Oia nama mba siapa? td kan saya udah kasih tau tuh.." si sarul cengar cengir
"nama saya dydy.... dydy dydy dydy sampoku kaya lagu, tau ga?" kata gw
(sarul cengar cengir)
eh ntar aku motret km ya" kata gw
"ga mau ah" kata sarul sambil panik
"kenapa?" gw
"Ntar masuk koran" kata sarul polos
(hahhahaha... disangka gw wartawan kaleee)
"yah.. gpp, mau ya?" gw
"jangan mba dydy... foto dmn emang?" sarul
"ntar distasiun" gw

Sampe stasiun Manggarai... kita sampe berisik gara-gara si sarul ga mau di foto,
gara-gara takut masuk koran. hahahaha dasar bocah... 



Sebuah warna hidup yang simpel tapi berkesan. 
Gw seneng bisa kenal sarul si bocah payung hujan yang 
pandai bicara, ceria dengan public speakingnya yang oke untuk anak seusianya.
Semoga kalau sudah besar nanti, kamu bisa jadi reporter, MC, pengacara, mungkin juga komentator bola ya.. hahaa secara komunikasi kamu lancar banget dee sarul... Terimakasih telah menghapus lelah saya dengan tawa. Bermain dan tertawalah... :) 

Rabu, 18 April 2012

Farmashit Pham



Helloooo...
"Welcome to Farmasi Family"

2 minggu gw kerja disini, dunia farmasi yang jauh dari passion dan kehidupan gw..
dunia dimana lo harus disiplin dan bekerja secara detail dan rapih..
2 minggu gw sebagai disain packaging generik
berawal dari skill yang pas-pasan dan ortodidak, gw nekat ngambil posisi ini
dan ternyata, dunia baru ini lumayan seru juga, gw mengenal hal-hal baru disini
mulai dari yang disuruh ngapalin semua produk obat perusahaan gw, nama-nama obatnya
juga lucu-lucu... ada yang namanya simucil (kaya' nama kartun),
Sipentin (nama sampo bukan?),
Remapro (kaya' nama organisasi ya?), Rancus (bahasa banci bukan?),
Asimat (nama suku bukan sih?) heheehe nama produk yang aneh...
Disuruh motret produk juga, sampe ke pabrik obat di sukabumi, dan ternyata
sampe sana cuma buat meeting website doang.. haha aneh kan?
yaa.. begitulah pengalaman kerja dunia disain di farmasi.
waktu gw lagi free job, lagi autis dan bingung mau ngapain,
akhirnya iseng bikin gambar abstrak karakter dari dunia farmasi,
Farmasi Pham, ada Mr. ampul, Mr. Folding box, Si tablet, dll...
mungkin orang-orang yg tau farmasi
yang ngerti istilah ini.. mungkin loh