Kereta salah
satu transportasi yang sering dijadikan alternatif oleh banyak masyarakat
karna lebih cepat dan murah. Tapi kini, kata murah yang dulu identik dengan
kereta, seakan mulai memudar. Baru-baru ini, tarif kereta yang naik seakan
menjadi kejutan untuk masyarakat, terutama pengguna setia transportasi ini. Oke,
disini gw ga akan ngebahas tarif kereta yang ujungnya bikin perut gw mual dan
kepala cenat-cenut. Tapi, gw bakal cerita sedikit tentang kejadian yang sering gw
temui dan antrian pertannyaan di kepala gw mengenai hal itu.
Pernah denger tentang peraturan KAI mengenai denda para penumpang yang tidak memiliki karcis?
ya… setiap
penumpang yang tidak memiliki karcis dikenakan denda Rp. 50.000 (untuk semua
kalangan masyarakat).
Oh Really?
berjalankah peraturan itu?
Tadi pagi, gw naik KRL arah Depok, ga seperti biasa, saat ini gw beli karcis, diulang… gw beli karcis..
saat petugas
meriksa karcis penumpang, ada 2 orang pejabat dan aparat pemerintahan disebelah
gw, mereka hanya “melambaikan tangan” kearah petugas yang memeriksa karcis. Dan
petugas itu pun berjalan melewati mereka tanpa menegur ataupun mendenda karna
mereka tidak memiliki karcis.
Setahun yang
lalu, tepatnya saat gw masih jadi mahasiswa, sering gw liat beberapa orang
penumpang sipil yang ketauan tidak memiliki karcis, dan merekapun disuruh turun
distasiun yang sedang dilewati saat itu juga, bahkan terkadang mereka sering
ditarik paksa.
Sebenarnya, kejadian
itu sempat menimpa gw. Dari Bekasi gw beli karcis kearah Manggarai, tapi dari
Manggarai ke Ps. Minggu gw ga beli, karna gw menganggap saat itu hanya transit,
toh gw beli karcis dari Bekasi, jadi ga masalah. Tapi saat itu karcis gw ditahan dan gw di
nasehatin sama petugas seakan gw orang paling berdosa sedunia karna ga beli
karcis.
Coba kalian
lihat perbedaannya?
Mereka dari
kalangan yang “biasa” dan mereka dari kalangan “luar biasa” yang cenderung
tidak diperlakukan “sama”. Peraturan yang dibuat untuk semua masyarakat, seakan
hanya berlaku untuk sebagian kalangan. Saat adil hanya untuk yang berkuasa,
saat adil hanya untuk mereka yang berpangkat, saat adil hanya untuk mereka yang
ditakuti.
Hal ini yang
membuat gw dulu malas untuk membeli karcis karna mereka tidak adil memperlakukan
semua penumpang… Kalau memang peraturan denda itu ada, coba berlakukan untuk
semua penumpang, kalangan, golongan apapun, tak perduli seragamnya. Bukan
begitu pak?
