Senin, 29 Oktober 2012

Saat "Adil" Hanya Sebuah Kata


Kereta salah satu transportasi yang sering dijadikan alternatif oleh banyak masyarakat karna lebih cepat dan murah. Tapi kini, kata murah yang dulu identik dengan kereta, seakan mulai memudar. Baru-baru ini, tarif kereta yang naik seakan menjadi kejutan untuk masyarakat, terutama pengguna setia transportasi ini. Oke, disini gw ga akan ngebahas tarif kereta yang ujungnya bikin perut gw mual dan kepala cenat-cenut. Tapi, gw bakal cerita sedikit tentang kejadian yang sering gw temui dan antrian pertannyaan di kepala gw mengenai hal itu.

Pernah denger tentang peraturan KAI mengenai denda para penumpang yang tidak memiliki karcis?
ya… setiap penumpang yang tidak memiliki karcis dikenakan denda Rp. 50.000 (untuk semua kalangan masyarakat).


Oh Really? berjalankah peraturan itu?

Tadi pagi, gw naik KRL arah Depok, ga seperti biasa, saat ini gw beli karcis, diulang… gw beli karcis..
saat petugas meriksa karcis penumpang, ada 2 orang pejabat dan aparat pemerintahan disebelah gw, mereka hanya “melambaikan tangan” kearah petugas yang memeriksa karcis. Dan petugas itu pun berjalan melewati mereka tanpa menegur ataupun mendenda karna mereka tidak memiliki karcis.
Setahun yang lalu, tepatnya saat gw masih jadi mahasiswa, sering gw liat beberapa orang penumpang sipil yang ketauan tidak memiliki karcis, dan merekapun disuruh turun distasiun yang sedang dilewati saat itu juga, bahkan terkadang mereka sering ditarik paksa.
Sebenarnya, kejadian itu sempat menimpa gw. Dari Bekasi gw beli karcis kearah Manggarai, tapi dari Manggarai ke Ps. Minggu gw ga beli, karna gw menganggap saat itu hanya transit, toh gw beli karcis dari Bekasi, jadi ga masalah.  Tapi saat itu karcis gw ditahan dan gw di nasehatin sama petugas seakan gw orang paling berdosa sedunia karna ga beli karcis.
Coba kalian lihat perbedaannya?
Mereka dari kalangan yang “biasa” dan mereka dari kalangan “luar biasa” yang cenderung tidak diperlakukan “sama”. Peraturan yang dibuat untuk semua masyarakat, seakan hanya berlaku untuk sebagian kalangan. Saat adil hanya untuk yang berkuasa, saat adil hanya untuk mereka yang berpangkat, saat adil hanya untuk mereka yang ditakuti.
Hal ini yang membuat gw dulu malas untuk membeli karcis karna mereka tidak adil memperlakukan semua penumpang… Kalau memang peraturan denda itu ada, coba berlakukan untuk semua penumpang, kalangan, golongan apapun, tak perduli seragamnya. Bukan begitu pak?